Monday, May 10, 2010

Manfa'at Dzikir

Assalamualaikum Wr.Wb.

Dzikir menyebut-nyebut nama Allah sifat,kuasa serta segala nikmat-nikmatn-NYA dapat menghasilkan ketenangan batin.
Allah menegaskan dalam Ayat berikut:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.Ingatlah hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tentram." (QS.Ar-Ra'd [131]:28 ).

Perasaan tidak tenang dan tidak nyaman memang sering mengganggu kita,baik bersifat internal,seperti merasa takut akan sesuatu dan merasa putus asa akibat tidak mendapat sesuatu.
maupun eksternal seperti kalah bersaing dengan orang lain dalam mencapai sesuatu dan tidak adanya jaminan hidup atau masa depan.
tidak heran perasaan tidak tenang itu dapat mengakibatkan orang menjadi setres.
nah salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan perasaan tidak tenang dan tidak nyaman yaitu dengan dzikir mengingat Allah.

Mengetahui "Qalbu" atau "hati" dalam bahasa Arab.
Kata Qalbu memiliki dua arti. Pertama Qalbu adalah sepotong daging yang lembek dan lembut yang berada di sebelah rongga kiri dada, yaitu sepotong daging yang khusus.
Di bagian dalamnya terdapat rongga-rongga tempat darah mengalir,di tempat ini pulalah tempat ruh bersemayam.

Qalbu dalam hal ini bisa juga di sebut jantung,karena jantung merupakan bagian dari organ tubuh yang terletak di dalam rongga dada.

Yang menjdi pembicaraan kita pada Fasal ini adalah Qalbu atau hati.
Dalam pengertian kedua bersifat Rabbaniyah dan ruhaniyah.
Qalbu ini dapat merasakan gelisah,sengsara,resah,susah dan sedih.
Ia juga bisa tertutup, mati, berkarat, melemah, lalai dan lupa.
sebaliknya ia juga bisa merasa nyaman, tentram, senang, gembira dan bahagia.
Ia juga bisa terbuka, hidup, bersih, menguat, ingat, dan terjaga.

Salah satu faktor yang membuat qalbu (hati) menjadi tidak tentram dan tidak tenang adalah ghaflah,atau lalai dan lupa kepada Allah.
Orang yang lalai dan lupa kepada Allah akan membuatnya lupa kepada dirinya sendiri.
Orang yang lalai dari zikir juga tidak akan pernah merasa hidupnya tenang dan tentram.
Ia akan selalu dalam keadaan resah, susah, dan gelisah.
Orang yang lupa kepada Allah akan tenggelam dalam telaga kelupaan, kebimbangan dan keterasingan. ia akan jauh dari lingkaran cahaya dan akan masuk kedalam lingkaran kegelapan.

Allah menegaskan
"Dan janganlah kamu seperti Orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-hasyr [59] : 19 ).

Sementara itu Orang yang selalu ingat zikir kepada Allah, hatinya akan tentram dan tenang. Ia akan ingat kepada dirinya sendiri dan Allah pun akan membuat ingat kepada dirinya sendiri. Hidupnya akan tenang dan tentram. ia akan selalu berada dalam lingkaran cahaya.
sebab zikir dapat menghilangkan rasa sedih dan gelisah dari hati, zikir dapat mendatangkan kebahagiaan hati. Ia dapat menyinari hati dan menguatkanya.
Ia dapat menghidupkan hati dan membersihkanya dari kotoran dan karat.
Orang yang zikir akan senantiasa dekat dengan Allah.
Dan Allah pun akan senantiasa bersamanya.
zikir merupakan obat hati dan lalai adalah penyakitnya.
Hati yang sakit hanya dapat di obati dan di sembuhkan dengan zikir kepada Allah.
Zikir kepada Allah adalah obat hati, dan ingat kepada manusia adalah penyakit.

Hati dapat berkarat karena dua perkara yaitu Ghaflah (lalai) dan Dosa.
Hal yang dapat membersihkanya juga dua perkara yaitu zikir dan istighfar.
jika seseorang lalai dari mengingat Allah pada sebagian besar waktunya, karat di hatinya akan menumpuk sesuai dengan tingkat kelalaianya.
jika hati berkarat, bentuk segala sesuatu didalamnya tidak tergambar sesuai dengan faktanya.
Ia akan melihat kebatilan dalam bentuk kebenaran, dan melihat kebenaran dalam bentuk kebatilan. sebab jika karat sudah menumpuk di hati, maka ia akan menjadi gelap dan di dalamnya berbagai bentuk kebenaran tidak akan tampak sebagai mana adanya.
Apabila karat itu sudah bertumpuk-tumpuk, hati akan menjadi hitam pekat dan pandanganya menjadi rusak sehingga ia tidak dapat mengingkari kebatilan.
inilah siksaan hati yang paling berat. Sumber dari siksaan itu adalah sikap lalai dan mengikuti hawa nafsu. kedua inilah yang menghilangkan cahaya hati dan membutakanya."

Tidak dapat di bantah lagi bahwa zikir benar-benar dapat menentramkan hati.
penyebabnya adalah ketika kita ingat kepada Allah,maka pada saat itu terselip sikap menyandarkan diri kepada Allah,yang di sebut Tawakkal atau Tawwakkul.
kita mengenal bahwa salah satu sifat dari Allah adalah Al-wakil (tempat bersandar).
Hasbunallah wa ni'mal wakil, Artinya cukup Allah bagi kita dan Dia adalah sebaik-baik tempat bersandar.
Dalam kehidupan sehari hari kita akan merasa tentram kalau kita mempunyai gambaran bahwa hidup kita terlindungi. terasa ada pelindung. Kalau kita yakin akan hadirnya Allah sebagai Al-wakil atau tempat bersandar, kita juga akan merasakan ketentraman.

zikir yang mengantarkan kepada ketenangan dan ketentraman hati, bukanlah zikir sekedar ucapan lisan semata, melainkan harus mendorong kita menuju kesadaran tentang kebesaran dan kekusaan Allah. ketika kita menyadari bahwa Allah adalah penguasa tunggal dan mengatur alam raya ini dan dalam genggaman-Nya segala sesuatu, maka menyebut-nyebut nama-NYA, mengingat kekuasaan-NYa, serta sifat-sifat -NYA yang agung, pasti akan melahirkan ketentraman dan ketenangan dalam jiwa kita.

Wallahu'alam bishshawab.

wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

0 komentar: