Kisah Semut dan sepotong Kurma
Nabi Sulaiman as. adalah Nabi yang di anugrahi keistimewaan oleh Allah swt. mengerti bahasa binatang.Bahkan semut yang kecilpun bisa bercakap-cakap dengan Nabi Sulaiman.Tidak hanya keistimewaan itu,Nabi Sulaiman yang merupakan anak dari Nabi Daud as.di berikan kekayaan yang melimpah. Kerajaannya terkenal hingga seantero jagat raya ini.Malah keagungan kerajaan Nabi Sulaiman tidak ada yang menandingi baik dulu maupun sekarang.
Tapi,hal itu tidak membuat Nabi Sulaiman angkuh.Ia raja yang shalih dan baik hati.Bukan hanya menaruh perhatian pada rakyatnya,Nabi Sulaiman juga sangat menyayangi binatang. Nah pada suatu ketika Nabi Sulaiman sedang jalan-jalan di lingkungan istana yang luas,tampak pohon-pohon kurma berjajar dan hamparan padang rumput yang indah membentang.Ketika Nabi Sulaiman sedang menikmati suasana pagi yang indah,tiba-tiba ia melihat seekor semut yang sedang membawa makanan di atas punggungnya.semut tersebut nampak bersemangat menjunjung makanan itu.si semut bahkan tidak terlihat mengeluh atau putusasa membawa makanan yang lebih besar dari tubuhnya itu.Beberapa saat setelah Nabi Sulaiman mengamati ia pun menghampiri semut tersebut.
Lalu Nabi Sulaiman bertanya,"Apakah yang kau bawa itu wahai semut?"
Si semut agak terkejut,ia tak mengira ada yang memperhatikanya,tapi dengan santun semut manjawab,"ini adalah buah kurma yang jatuh dari pohonya itu."
Apakah engkau tidak merasa lelah membawa kurma tersebut,apalagi kurma itu lebih besar dari tubuhmu?" tanya Nabi Sulaiman lagi.
Si semut kemudian menjawab dengan bijak,"ini adalah rezeki yang Allah swt. berikan pada ku,aku malah bersyukur Allah memberiku kurma hari ini".
Nabi Sulaiman tampak kagum dengan rasa syukur si semut.semut tidak menyia-nyiakan makanan yang di berikan padanya.
"Berapa potong kurma yang kau habiskan dalam waktu satu tahun,duhai semut yang pandai bersyukur?" Tanya Nabi Sulaiman.
Aku menghabiskan sebuah kurma dalam setahun,"jelas si semut.
Wah..,bahkan semut ini menyimpan persediaan makanannya untuk waktu satu tahun kedepan,Gumam Nabi Sulaiman dalam hati.
Nabi Sulaiman lalu berpikir untuk menguji si semut.
"Apakah kau yakin Allah akan selalu memberikan rizki-NYA untuk mu?" tanya Nabi Sulaiman.
"tentu saja aku yakin,"tegas semut.
"Kalau begitu aku akan mengujimu,masuklah kau kedalam botol ini,aku akan memberikan setengah dari kurma ini untuk makananmu satu tahun ke depan.Botol ini akan aku tutup dan setahun lagi aku akan datang melihat keadaan mu,"terang Nabi Sulaiman.
Maka masuklah semut tersebut kedalam botol.Nabi Sulaiman pun memasukan setengah dari kurma itu lalu menutupnya.
Setelah setahun berlalu,Nabi sulaiman mengingat pertemuannya dengan seekor semut yang ia masukan kedalam botol.Maka datanglah Nabi Sulaiman ke tempat pertemuan dengan si semut untuk melihat keadaanya.
Botol yang berisi semut itu masih ada ditempat yang semula.Nabi Sulaiman mengambil dan membuka botol itu.Nabi Sulaiman lega semut itu masih hidup.Bahkan yang lebih mengejutkan,kurma yang dulu di berikan Nabi Sulaiman tidak banyak berubah,kurma itu hanya habis setengahnya saja.padahal Nabi Sulaiman yakin kurma yang di berikanya akan habis tak tersisa.
Di tengah keheranannya Nabi Sulaiman pun bertanya,"Mengapa kurma yang aku berikan tidak engkau habiskan? bukankah engkau berkata,sebuah kurma hanya cukup untuk satu tahun."
Dengan lantang si semut manjawab,"Wahai Baginda Sulaiman,ketika engkau bertanya tentang jatah makananku,aku tak mengira engkau akan memasukan ku kedalam botol.sedangkan pada saat aku bertahan hidup di alam terbuka,aku yakin Allah akan selalu memberikan jatah kurma setiap tahun untuk ku".
Menurut si semut pada saat berada di alam terbuka ia tidak akan pernah takut kehabisan makanan.Karena begitu kurma itu habis ,Allah swt. tidak pernah lupa untuk mamberikanya lagi.tetapi ketiak berada didalam botol,si semut berpikir untuk berhemat agar kehidupanya yang lebih panjang tercukupi."karenanya hari demi hari aku hanya memakan kurma ini sedikit demisedikit.Dalam waktu setahun ini aku lebih sering berpuasa,"Urai si semut.
"Sesungguhnya ketika aku di masukan kedalam botol,aku tidak yakin bergantung sepenuhnya kepadamu.Walaupun engkau seorang raja,aku takut bagai mana jika engkau tidak datang kembali melihatku di dalam botol ini.
Nabi Sulaiman makin kagum dengan perilaku si semut yang pandai bersyukur dan berhemat.
Mudah-mudahan dari kisah semut ini bisa kita ambil hikmah dan teladannya.
Tapi,hal itu tidak membuat Nabi Sulaiman angkuh.Ia raja yang shalih dan baik hati.Bukan hanya menaruh perhatian pada rakyatnya,Nabi Sulaiman juga sangat menyayangi binatang. Nah pada suatu ketika Nabi Sulaiman sedang jalan-jalan di lingkungan istana yang luas,tampak pohon-pohon kurma berjajar dan hamparan padang rumput yang indah membentang.Ketika Nabi Sulaiman sedang menikmati suasana pagi yang indah,tiba-tiba ia melihat seekor semut yang sedang membawa makanan di atas punggungnya.semut tersebut nampak bersemangat menjunjung makanan itu.si semut bahkan tidak terlihat mengeluh atau putusasa membawa makanan yang lebih besar dari tubuhnya itu.Beberapa saat setelah Nabi Sulaiman mengamati ia pun menghampiri semut tersebut.
Lalu Nabi Sulaiman bertanya,"Apakah yang kau bawa itu wahai semut?"
Si semut agak terkejut,ia tak mengira ada yang memperhatikanya,tapi dengan santun semut manjawab,"ini adalah buah kurma yang jatuh dari pohonya itu."
Apakah engkau tidak merasa lelah membawa kurma tersebut,apalagi kurma itu lebih besar dari tubuhmu?" tanya Nabi Sulaiman lagi.
Si semut kemudian menjawab dengan bijak,"ini adalah rezeki yang Allah swt. berikan pada ku,aku malah bersyukur Allah memberiku kurma hari ini".
Nabi Sulaiman tampak kagum dengan rasa syukur si semut.semut tidak menyia-nyiakan makanan yang di berikan padanya.
"Berapa potong kurma yang kau habiskan dalam waktu satu tahun,duhai semut yang pandai bersyukur?" Tanya Nabi Sulaiman.
Aku menghabiskan sebuah kurma dalam setahun,"jelas si semut.
Wah..,bahkan semut ini menyimpan persediaan makanannya untuk waktu satu tahun kedepan,Gumam Nabi Sulaiman dalam hati.
Nabi Sulaiman lalu berpikir untuk menguji si semut.
"Apakah kau yakin Allah akan selalu memberikan rizki-NYA untuk mu?" tanya Nabi Sulaiman.
"tentu saja aku yakin,"tegas semut.
"Kalau begitu aku akan mengujimu,masuklah kau kedalam botol ini,aku akan memberikan setengah dari kurma ini untuk makananmu satu tahun ke depan.Botol ini akan aku tutup dan setahun lagi aku akan datang melihat keadaan mu,"terang Nabi Sulaiman.
Maka masuklah semut tersebut kedalam botol.Nabi Sulaiman pun memasukan setengah dari kurma itu lalu menutupnya.
Setelah setahun berlalu,Nabi sulaiman mengingat pertemuannya dengan seekor semut yang ia masukan kedalam botol.Maka datanglah Nabi Sulaiman ke tempat pertemuan dengan si semut untuk melihat keadaanya.
Botol yang berisi semut itu masih ada ditempat yang semula.Nabi Sulaiman mengambil dan membuka botol itu.Nabi Sulaiman lega semut itu masih hidup.Bahkan yang lebih mengejutkan,kurma yang dulu di berikan Nabi Sulaiman tidak banyak berubah,kurma itu hanya habis setengahnya saja.padahal Nabi Sulaiman yakin kurma yang di berikanya akan habis tak tersisa.
Di tengah keheranannya Nabi Sulaiman pun bertanya,"Mengapa kurma yang aku berikan tidak engkau habiskan? bukankah engkau berkata,sebuah kurma hanya cukup untuk satu tahun."
Dengan lantang si semut manjawab,"Wahai Baginda Sulaiman,ketika engkau bertanya tentang jatah makananku,aku tak mengira engkau akan memasukan ku kedalam botol.sedangkan pada saat aku bertahan hidup di alam terbuka,aku yakin Allah akan selalu memberikan jatah kurma setiap tahun untuk ku".
Menurut si semut pada saat berada di alam terbuka ia tidak akan pernah takut kehabisan makanan.Karena begitu kurma itu habis ,Allah swt. tidak pernah lupa untuk mamberikanya lagi.tetapi ketiak berada didalam botol,si semut berpikir untuk berhemat agar kehidupanya yang lebih panjang tercukupi."karenanya hari demi hari aku hanya memakan kurma ini sedikit demisedikit.Dalam waktu setahun ini aku lebih sering berpuasa,"Urai si semut.
"Sesungguhnya ketika aku di masukan kedalam botol,aku tidak yakin bergantung sepenuhnya kepadamu.Walaupun engkau seorang raja,aku takut bagai mana jika engkau tidak datang kembali melihatku di dalam botol ini.
Nabi Sulaiman makin kagum dengan perilaku si semut yang pandai bersyukur dan berhemat.
Mudah-mudahan dari kisah semut ini bisa kita ambil hikmah dan teladannya.
0 komentar: